Manfaat, Khasiat serta Nilai Ekonomi dari Alpinia Galanga (Lengkuas)

Lengkuas atau yang lebih familiar di telinga orang Indonesia adalah laos, memiliki nama ilmiah yakni Alpinia galanga merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang sudah dimanfaatkan masyarakat. Termasuk dalam familia Zingiberaceae atau satu keluarga dengan tanaman jahe-jahean, kunyit dan juga kencur.

Di Indonesia, petani sudah lama membudidayakan lengkuas, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra dan Bali dalam sistem pertanian campuran.

Biasanya, warga mengolahnya menjadi bumbu dapur yang memperkuat citarasa makanan, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal yang khasiatnya berguna bagi tubuh.

Panen pada lengkuas juga dipengaruhi oleh musim hujan yang terjadi, karena tanaman tersebut memerlukan kelembapan tanah yang stabil untuk tumbuh.

Namun, lengkuas mempunyai sejarah panjang yang digunakan dari generasi ke generasi bagi pegnobatan dan berbagai olahan masakan tradisional berbagai suku di Indonesia.

Ciri-ciri dan budidaya lengkuas

Secara botani, Alpinia galanga (lengkuas) memiliki ciri-ciri rimpang besar, keras dan beraroma tajam, batang semu seperti tanaman jahe, daun panjang dan hijau. Biasa tumbuh di wilayah tropis lembap.

Di Indonesia, budidaya lengkuas sangat mudah karena tidak emmbutuhkan perawatan intensif, tanaman ini biasa dibudidayakan petani desa dan kota. Tanaman ini biasa ditanam pada pekarangan rumah, kebun campuran, bahkan penanaman dengan sistem hidroponik dapat dilakukan.

Terkadang petani juga sering menggabungkan sistem tumpang sari bersama jahe, kunyit dan kencur. Karena menggabungkan beberapa tanaman herbal tersebut memiliki nilai ekonomis.

Lengkuas dalam tradisi Nusantara

Lengkuas atau laos sudah digunakan sejak jaman kolonialisme dalam budaya kuliner dan pengobatan tradisional Nusantara. Dalam naskah kuno (lontar) dan praktik jamu yang berada di Taman Usada di Bali. Lengkuas yang dikenal nama laos atau iskuh digunakan sebagai obat luar dan dalam untuk mengatasi berbagai keluhan mulai dari masalah kulit hingga gangguan pencernaan dan nyeri.

Tidak hanya menyembuhkan, laos dapat menjaga daya tahan tubuh dan menghangatkan badan. Dalam tradisi kuliner, menjadi salah satu bumbu dasar masakan terutama pada hidangan seperti gulai, rendang, pepes ikan, soto maupun sayur lodeh.

Hal ini membuktikan bahwa laos bukan hanya dipakai sebagai obat herbal akan tetapi bagian dari identitas gastronomi Indonesia.

Manfaat lengkuas

Selain itu, manfaat dalam kandungan lengkuas juga banyak, tanaman obat herbal ini sudah dikenal dalam pengobatan tradisional.

Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa lengkuas mengandung senyawa aktif yang bersifat antioksidan dan antibakteri, sehingga dapat melawan radikal bebas dan mencegah infeksi.

Dalam jamu tradisional, lengkuas digunakan untuk mengatasi masalah ringan seperti perut kembung, masuk angin, dan juga gangguan pencernaan.

Segi nilai ekonomis dalam lengkuas cukup baik meskipun belum setinggi komoditas utama seperti cabai atau beras. Tetapi nyatanya, banyak peminat domestik dan internasional bergantung pada komoditas ini. Apalagi lengkuas mudah dibudidayakan dan cepat panen, waktu tumbuh sekitar 8-12 bulan. permintaan stabil sepanjang tahun dan dibeberapa daerah sendiri, lengkuas juga mulai dikembangkan sebagai komoditas biofarmaka bernilai tambah, terutama untuk bahan ekstrak herbal dan minyak atsiri.

Alpinia galanga atau lengkuas merupakan salah satu tanaman herbal Indonesia yang sangat penting, baik dari segi kuliner, kesehaan maupun ekonomi.

Dengan sejarah pemanfaatan yang panjang dalam budaya Nusantara, lengkuas dapat diolah menjadi anekaragam obat dan makanan. Tanaman ini juga memiliki potensi yang menjanjikan jika dikembangkan dalam sektor pertanian biofarmaka dan industri herbal modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *