Keindahan Suaka Margasatwa Muara Angke

Suaka Margasatwa Muara Angke

Jakarta merupakan Ibu kota sekaligus pusat komersial dimana aktivitas masyarakat perkotaan dan lalu Lalang kendaraan berada. Sebelum menjadi kota modern, Jakarta dulunya memiliki keanekaragaman hayati yang hingga saat ini masih dipertahankan. Tempat Konservasi atau Suaka Margasatwa Muara Angke salah satu tempat alami yang masih berdiri dan dilindungi hingga sekarang. Tepatnya di daerah Jakarta Utara, hutan dengan perpaduan air asin dan air tawar menjadikan hutan ini memiliki ekosistem air payau yang beranekaragam.

menunjukkan bahwa Kawasan ini berubah status menjadi Suaka Margasatwa secara resmi melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia pada 29 Februari 1988. Dengan batas-batas wilayah Utara, Timur, Selatan dan Baratnya. Keindahan tidak hanya terukur pada satu hal namun berbagai makhluk hidup juga ada dalam mempercantik ekosistem tersebut.

Meski hanya mempunyai wilayah sekitar 25 hektar untuk Kawasan konservasi yang relative kecil. Namun memiliki nilai ekologis besar. Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mencatat pentingnya memulihkan serta merawat ekosistem mangrove di Kawasan tersebut guna mendukung keberlanjutan habitat alami.

Di antara dinamika kehidupan masyarakat modern dan perkotaan inilah salah satu pengingat kehidupan memerlukan kerukunan dan keseimbangan dalam memberikan manfaat. Suaka Margasatwa Muara Angke mempunyai keindahannya, mulai dari pemandangannya, flora, faunanya serta masyarakat yang hidup berdampingan dengan tempat konservasi. Jika kamu seorang wisatawan, kamu bisa mendapatkan keindahan tersebut. Apa saja? simak ulasan berikut.

1. Pemandangan Hutan Mangrove

Daya Tarik ekslusif yang di dapat dari tempat konservatif ini adalah mangrovenya. Vegetasi yang tumbuh pada ekosistem air payau menyimpan jenis tumbuhan unik dengan pemandangan khas pesisir dan pepohonannya. Mangrove juga mampu bertahan di kondisi lingkungan yang berlumpur.

Jenisnya bermacam-macam, mulai dari pohon bakau, api-api, pidada maupun jenis tumbuhan pesisir lainnya. Pemandangan tersebut menjadikan landskap pesisir terasa hijau di sepanjang area. Keunikan lainnya mangrove memiliki akar Panjang yang kuat dan beragam. Berguna dalam menstabilkan tanah berlumpur serta gempuran ombak. Akar kuatnya juga dapat mengikat berbagai sedimen sehingga abrasi bisa dihentikan.

2. Keanekaragaman Flora

Tidak cuman satu jenis tumbuhan endemik mendiami wilayah pesisir SMMA, ada berbagai jenis flora dengan keunikan khas masing-masing. Seperti Bakau (Rhizophora mucronate), mangrove ini memiliki akar tunjang yang menjalar ke berbagai tempat. Digunakan agar tumbuhan ini tetap stabil tumbuh di daerah berlumpur. Selain untuk kegunaannya sendiri, ia mampu mencegah erosi dan menahan sedimen agar tidak tergerus air laut. Akarnya menjadi tempat berlindung berbagai macam biota laut. Api-api (Avicennia marina) akarnya mampu menahan gelombang laut dan mengikat kotoran yang terbawa air sehingga mempercepat pemulihan lahan pesisir.

Pidada (Sonneratia Caseolaris) tidak hanya berperan layaknya mangrove atau bakau biasa, namun sumber makanan bagi kelangsungan hidup manusia dan hewan karena menghasilkan buah dan bunga. selain itu, masih ada bermacam-macam tumbuhan pesisir yang dapat di eksplore di sekitar SMMA.

3. Keanekaragam Fauna

Selain tumbuhan, SMMA juga menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna yang mendiami wilayah tersebut. Wisatawan dapat melihat Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) mereka biasa hidup di antara pepohonan bakau, mereka juga memanfaatkan buah dan bagian dari tumbuhan sebagai sumber makanan. Lalu, ada Bubut Jawa (Centropus Nigrorufus) burung ini memiliki warna gelap dengan sayap berwarna coklat kemerahan. Bangau Bluwok (Mycteria Cinerea) mempunyai ukuran tubuh yang besar serta paruh Panjang dengan mencari makan di perairan dangkal, makanannya berupa ikan dan hewan air kecil lainnya. Ada juga berbagai predator liar seperti Biawak air dan juga Ular Bakau (Cerberus rhynchops) yang mendiami perairan payau dan Kawasan pesisir.

4. Aktivitas Petugas Konservasi

Keberadaan hutan mangrove dan ekosistemnya yang sangat penting perlu mendapatkan perawatan. Petugas konservasi sangat dibutuhkan karena pekerjaannya menjaga dan memelihara agar wilayah suakamarga tersebut tetap menjadi habitat alami. Mengamankan masalah-masalah yang biasa ditimbulkan para wisatawan dan memantau kondisi lingkungan. Karena habitat dapat rusak akibat factor eksternal termasuk keberadaan manusia mempengaruhi tingkat stress para satwa. terkadang, sampah pelastik juga dapat hanyut dan merusak lingkungan daerah pesisir. Maka dari itu dibutuhkan petugas konservasi dalam menangani berbagai masalah.

5. Kehidupan Masyarakat Pesisir di sekitar Muara Angke

Wilayah Muara Angke juga dikenal memiliki keterkaitan erat dengan akitivitas ekonomi pesisirnya. Berbeda cara masyarakat kota dalam menghasilkan, rakyat pesisir dikenal sebagai nelayan. mereka melakukan penangkapan ikan disekitar area dan mengelola tambak. Namun, masyarakat pesisir tidak tinggal di dalam Hutan lindung tersebut. mereka hanya mengelola area dekat muara.

kegiatan sehari-hari mereka dilakukan dengan perdagangan dari hasil laut, pengolahan ikan, usaha kuliner, transportasi dan jasa mendukung aktivitas perikanan. Dalam upaya melindungi hutan lindung, warga setempat juga dilibatkan.

Hutan konservasi atau Suaka Margasatwa Muara Angke adalah contoh bahwa ruang alami memiliki peran penting bagi kehidupan perkembangan kota. Mengapa? alam memberikan oksigen untuk bernapas, menjaga kondisi air tetap bersih, melindungi abrasi dan menjaga fauna dan flora agar tetap hidup.

Maka dari itu, sebagai makhluk yang hidup berdampingan dengan makhluk lainnya kita perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan yang masih bisa diselamatkan dengan tidak membuang sampah sembarangan, memberi makan satwa liar sembarangan, mengikuti kegiatan konservasi resmi dan menghormati batas akses Kawasan merupakan usaha kita untuk melestarikan keindahan alam di tengah perkotaan yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *