
Kanguru identik dengan Australia, tetapi tidak banyak orang tahu bahwa Indonesia juga memiliki kanguru asli yang hidup di hutan-hutan Papua. Hewan unik tersebut dikenal sebagai kanguru pohon Papua atau tree kangaroo dari genus Dendrolagus. Satwa endemik ini menjadi salah satu kekayaan fauna Indonesia yang paling menarik perhatian dunia karena kehidupannya lebih banyak di atas pohon dibanding di tanah. Hingga tahun 2026, kanguru pohon masih dapat ditemukan di beberapa wilayah Papua, meski populasinya terus mengalami penurunan akibat kerusakan habitat dan perburuan liar.
Kanguru pohon Papua memiliki penampilan berbeda dibanding kanguru darat dari Australia. Tubuhnya lebih kecil dan padat, dengan kaki depan yang kuat untuk memanjat batang pohon. Telapak kakinya besar dan kasar sehingga memudahkannya mencengkeram cabang. Ekornya panjang dan berfungsi sebagai penyeimbang ketika bergerak di pepohonan. Menurut data WWF Indonesia, panjang tubuh kanguru pohon berkisar antara 52 hingga 81 sentimeter dengan bobot sekitar 6,5 hingga 14,5 kilogram. Beberapa spesies tertentu bahkan dapat mencapai berat mendekati 20 kilogram.
Warna bulu kanguru pohon Papua berbeda-beda tergantung spesiesnya. Ada yang memiliki warna cokelat tua, abu-abu, hingga kombinasi merah keemasan. Salah satu spesies paling terkenal adalah kanguru pohon hias (Dendrolagus goodfellowi) yang memiliki corak kuning keemasan pada bagian tubuh dan ekor. Spesies lain seperti dingiso (Dendrolagus mbaiso) dikenal memiliki wajah lebih pucat dengan bulu tebal yang membuatnya tampak lucu dan unik.
Perbedaan kanguru pohon jantan dan betina sebenarnya tidak terlalu mencolok. Namun, kanguru jantan umumnya memiliki ukuran tubuh lebih besar dan lebih berat dibanding betina. Betina mempunyai kantung di bagian perut untuk membawa anaknya, sebagaimana mamalia marsupial lainnya. Anak kanguru pohon akan tinggal di kantung induknya selama beberapa bulan sebelum mulai belajar memanjat pohon. Dalam kehidupan liar, kanguru pohon termasuk hewan pemalu dan cenderung menghindari manusia sehingga cukup sulit ditemukan di habitat aslinya.
Keseharian kanguru pohon
Keseharian kanguru pohon Papua lebih banyak dihabiskan di atas pepohonan hutan hujan tropis. Mereka termasuk hewan arboreal atau penghuni pohon sejati. Bahkan, laporan terbaru menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen hidupnya dilakukan di atas pohon. Kanguru pohon biasanya aktif saat pagi dan menjelang malam ketika suhu lebih sejuk. Pada siang hari, mereka lebih sering beristirahat di cabang pohon yang tinggi dan lebat untuk menghindari predator.
Makanan utama kanguru pohon adalah daun muda, pucuk tanaman, buah hutan, bunga, dan biji-bijian. Sistem pencernaannya mampu mengolah serat tumbuhan yang cukup keras. Karena pola makan tersebut, keberadaan hutan alami sangat penting bagi kelangsungan hidup satwa ini. Ketika hutan ditebang atau berubah fungsi menjadi area perkebunan dan pembangunan, sumber makanan kanguru pohon ikut berkurang drastis.
Populasi Kanguru Pohon
Papua menjadi wilayah dengan populasi kanguru pohon terbesar di Indonesia. Satwa ini banyak ditemukan di kawasan pegunungan dan hutan tropis Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, hingga wilayah Pegunungan Wondiwoi. Beberapa spesies bahkan hanya hidup di wilayah tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Penemuan kembali kanguru pohon Wondiwoi setelah dianggap hilang selama hampir 90 tahun menjadi bukti bahwa hutan Papua masih menyimpan kekayaan fauna luar biasa.
Hingga tahun 2026, wisatawan dan peneliti masih memiliki peluang menemukan kanguru pohon di habitat alaminya, terutama melalui ekowisata dan pendampingan masyarakat adat Papua. Namun, satwa ini tidak mudah dijumpai karena hidup di hutan pegunungan yang terpencil serta memiliki sifat sangat waspada terhadap manusia. Beberapa kawasan konservasi di Papua menjadi lokasi penting untuk pengamatan satwa endemik ini secara terbatas dan tetap memperhatikan aturan pelestarian alam.
Sayangnya, kanguru pohon Papua kini termasuk satwa yang mulai langka. Beberapa spesies telah masuk kategori rentan hingga terancam punah menurut daftar konservasi internasional IUCN. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah dingiso atau kanguru pohon Mbaiso yang populasinya diperkirakan turun lebih dari 80 persen dalam tiga dekade terakhir.
Penyebab langkanya Kanguru Pohon
Penyebab utama kelangkaan kanguru pohon adalah kerusakan habitat akibat pembukaan hutan, penebangan liar, dan alih fungsi lahan. Selain itu, perburuan tradisional juga masih terjadi di beberapa wilayah Papua untuk kebutuhan konsumsi maupun upacara adat. Tekanan lain datang dari pembangunan infrastruktur dan perubahan iklim yang membuat habitat satwa endemik ini semakin sempit. Pada 2026, isu pembukaan kawasan hutan di Papua juga kembali menjadi perhatian masyarakat adat dan aktivis lingkungan karena dikhawatirkan mempercepat hilangnya habitat satwa liar Papua, termasuk kanguru pohon.
Keberadaan kanguru pohon Papua bukan hanya penting bagi ekosistem hutan tropis Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kekayaan hayati Nusantara yang tidak dimiliki negara lain. Upaya konservasi, perlindungan hutan, dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting agar satwa unik ini tetap dapat bertahan di alam liar untuk generasi mendatang. Jika habitatnya terus dijaga, bukan tidak mungkin kanguru pohon Papua tetap bisa menjadi daya tarik wisata alam Indonesia sekaligus kebanggaan fauna endemik nasional.
