
Sebagai makhluk sosial kita mengalami berbagai rutinitas penat yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari seperti kemacetan diperjalanan, banyak tugas diperkuliahan maupun pekerjaan yang harus dikerjakan dengan benar. Tentunya produktivitas akan seiring berkurangnya energi akibat mood jelek. Salah satu cara terbaik dalam mengembalikan energi adalah dengan berolahraga dan melihat pemandangan. Trekking merupakan aktivitas yang dapat memenuhi dua kebutuhan tersebut. Kawasan pegunungan yang dingin dengan pemandangan indah memukau menjadi aktivitas baik untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus menenangkan pikiran.
Namun, bagi pemula, mendaki atau trekking pastinya terasa menantang. Karena persiapan, Jarak tempuh dan rintangan perlu mendapatkan perhatian lebih agar perjalanan tetap aman.
Nah, kali ini team menjelajah akan membagikan tips trekking untuk pemula maupun belum memiliki pengalaman, agar dapat menjadi panduan sebelum memulai petualangan. Yuk Simak!
- Pilihlah jalur ramah bagi pemula
Kesalahan yang sering dilakukan pemula yaitu memilih jalur sulit dan berbahaya karena menjanjikan pemandangan indah serta tren di media sosial. Maka dari itu, pilihlah jalur gunung atau trekking dengan medan yang tidak terlalu terjal, durasi singkat serta pos yang emmiliki fasilitas memadai. Dengan memilih jalur mudah sangat membantu kamu beradaptasi dengan kondisi alam, membangun rasa aman dan percaya diri.
- Melatih Kondisi Fisik
Trekking merupakan olahraga yang membutuhkan kekuatan fisik dan stamina, karena medan cukup menanjak serta membutuhkan Waktu lama hingga sampai ke puncak (tujuan). Hal ini dapat menguras banyak tenaga hingga Lelah bahkan keram jika tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu. Maka Latihan sederhana harus dilakukan dalam 2-4 minggu sebelum berangkat:
- Jalan Kaki selama 30-60 menit
- Naik turun tangga
- Jogging ringan
- Bersepedah
Jika trekking dengan aturan yang tepat, maka perjalanan akan terasa nyaman serta mengurangi risiko terkena cidera.
- Perlengkapan lengkap dan tepat
Trekking juga butuh perlengkapan lengkap dan tepat, hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan saat medan maupun cuaca yang mengalami perantian. Berikut tips perlengkapan yang wajib dibawa:
- Sepatu Trekking dengan grip yang baik
- Tas carier
- Jaket hujan
- Jaket
- Botol minum
- P3K
- Senter atau headlamp
Dengan membawa perlengkapan tersebut, kamu bisa meminimalkan risiko yang mungkin terjadi selama trekking.
- Menjaga Asupan Makanan
Setiap melakukan perjalanan, apalagi pendakian. Tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan dan energi. Jadi, kekuatan pendaki akan sangat bergantung pada asupan. Namun, perlu diingat tidak hanya asupan makanan asal yang dimakan. Melainkan sesuai apa yang tubuh butuhkan yaitu:
- Membawa cairan tinggi energi seperti kacang-kacangan
- Cokelat, granola dan madu
- Biskuit
Tidak hanya asupan makanan, kamu juga perlu membawa air minum secukupnya agar kondisi tubuh terjaga dan mengurangi dehidrasi saat perjalanan.
- Pelajari Jalur Sebelum Pergi
Sebelum melakukan Waktu pendakian, kamu harus mengetahui beberapa hal:
- Panjang jalur
- Estimasi Waktu tempuh
- Titik istirahat
- Sumber air
- Kondisi cuaca
- Aturan Kawasan
Bila kamu memiliki informasi tersebut sebelum melakukan perjalanan, kemungkinan dapat bertahan di alam pegunungan akan besar serta risiko tersesat terminimalkan.
- Stop Membawa Barang Berlebihan
Karena terpengaruh beberapa pendaki dan sering mendapatkan informasi berlebihan, kamu tergerak untuk membawa barang banyak dengan alas an “untuk berjaga-jaga”. Nyatanya, membawa barang berlebihan menguras stamina lebih cepat sehingga tubuh merasa sangat lelah. Jika kamu berniat berkemah, maka risiko besar akan terjadi saat malam hari.
- Hormati Alam
Tujuan bertrekking juga untuk menikmati keindahan alam yang sudah di buat oleh sang pencipta. Kita sebagai penikmat wajib ikut serta untuk menjaganya. Sebelum perjalanan, kamu harus mempunyai prinsip “Leave no trace” dimana kamu tidak boleh mengambil sesuatu sembarangan, membuang sampah sembarangan dan merusak tempat pendakian. Agar meminimalkan dampak negatif dan membuat pendaki masa depan juga dapat menikmati keindahan tersebut.
- Jangan trekking sendirian
Walaupun persiapan sudah matang, tetapi risiko tidak akan terhindarkan jika tidak memiliki ilmunya. Cobalah mengajak teman atau bergabung dengan komunitas berpengalaman dalam melakukan pendakian. Mereka bisa menjadi tour guide kamu dalam memahami jalan mana yang aman dilalui. Mereka dapat membawa kamu ke tempat mana yang aman untuk beristirahat sementara sebelum memulai perjalanan berikutnya serta melindungi dari hewan buas yang mungkin juga hidup ditempat tersebut.
Trekking merupakan aktivitas luar ruangan yang menawarkan banyak manfaat, mulai dari mengurangi stress, membersihkan pikiran, menjaga kebugaran tubuh hingga memberikan pengalaman nikmat terkait keindahan alamnya secara langsung. Dengan persiapan matang, pemilihan jalur yang sesuai, serta perlengkapan yang tepat, pemula pun dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman. Meskipun trekking rutinitas yang ingin kamu lakukan, mulailah dengan tidak terburu-buru serta persiapkan segala hal sebelum beraktivitas agar risiko tetap terkendali.
