Fakta Trenggiling Indonesia dan Alasan Terancam Punah

Sunda Pangolin
Tringgiling sunda makan semut

Trenggiling merupakan hewan unik yang hidup di Asia Tenggara yang tersebar dengan beberapa jenis. Di Indonesia sendiri, terdapat salah satu jenis yang terkenal dengan nama ilmiahnya yakni Manis Javanica atau sunda pangolin dalam bahasa umumnya. Satwa tersebut sangat unik karena memiliki sisik yang tebal dan digunakan untuk pertahanan tubuhnya.

Tidak hanya di Indonesia saja satwa tersebut dapat ditemui. berdasarkan data dari IUCN SSC Pangolin Specialist Group, populasi Sunda pangolin dapat ditemukan di Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam, Cambodia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Singapore, Thailand dan Vietnam.

Di Indonesia, persebarannya ditemukan di Kalimantan,  Sumatra hingga Jawa yang dimana hewan tersebut mendiami wilayah hutan tropis. Tetapi, keberadaan tringgiling mulai jarang terlihat akibat aktivitas merugikan manusia.

Ciri-Ciri Trenggiling Sunda

Kita mengetahui jika tringgiling adalah hewan aneh dan unik, perbedaannya dapat dilihat dari tampilannya yang mencolok dan sangat khas. Apa saja?

1. Tubuh Bersisik

Seluruh bagian atas tubuh trenggiling dilindungi sisik keras berwarna cokelat hingga kekuningan. Sisik ini berfungsi sebagai pertahanan alami dari predator.

2. Menggulung Saat Terancam

Ketika merasa takut atau terancam, trenggiling akan menggulung tubuhnya menjadi bola. Cara ini membuat predator

sulit menyerang bagian tubuh yang lunak.

3. Lidah Panjang

Trenggiling memiliki lidah yang sangat panjang dan lengket untuk menangkap semut dan rayap di dalam sarang.

4. Tidak Memiliki Gigi

Berbeda dari mamalia lain, trenggiling tidak memiliki gigi. Makanan langsung ditelan dan dihancurkan di lambung.

5. Aktif Pada Malam Hari

Hewan ini termasuk nokturnal, yaitu lebih aktif mencari makan pada malam hari. Keunikan tersebut memiliki manfaat untuk bertahan hidup dialam liar. Walau tidak memiliki gigi, tringgiling memiliki mekanisme pencernaan yang bagus untuk mencerna mangsanya.

Makanan Sehari-Hari Trenggiling

Trenggiling merupakan hewan insektivora yang tergolong myrmecophage karena makanan utamanya adalah semut dan rayap. Sama seperti Anteater dan echidna namun berbeda jenis.

Keunikan lainnya, ia memiliki cakar tajam dan besar yang digunakan untuk berburu makanan dengan cara membongkar sarang semut dan rayap dan dengan lidah panjangnya yang lengket untuk menangkap mangsanya dalam jumlah yang banyak.

Fakta lainnya adalah tringgiling dapat memakan ribuan semut maupun rayap perhari. Karena hal ini, tringgiling membantu menjaga ekosistem hutan dan perkebunan dengan mengendalikan populasi serangga.

Kalimantan dan Sumatra menjadi wilayah penting bagi kelangsungan hidup sunda pangolin karena masih memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Meski demikian, jumlahnya terus menurun akibat kerusakan habitat dan perburuan liar.

Beberapa taman nasional di Indonesia juga masih menjadi habitat trenggiling, meskipun keberadaannya sangat sulit ditemukan karena hewan ini pemalu dan aktif pada malam hari.

Dari jurnal penelitian yang dilakukan BRIN dan IPB, penemuan sarang manis javanica terletak di Gunung Kendeng yang berstatus sebagai kawasan hutan konservasi yang dilindungi dan di bawah naungan pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat.

Lalu, Mengapa Tringgiling Terancam Punah?

International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan triggiling Sunda dalam kategori Critically Endangered atau sangat terancam punah, ini disebabkan oleh aktivitas manusia. Apa saja aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kepunahan pada satwa ini?

Perdagangan dan Perusakan Hutan

Kulitnya yang bernilai tinggi dapat dimanfaatkan sebagai aksesoris dan dipercaya sebagai bahan pengobatan tradisional. Tidak hanya sisik, dagingpun bernilai tinggal karena di beberapa negara dianggap makanan eksotis. Hal ini yang menjadikan perburuan dan penjualan ilegal terhadap Tringgiling sunda meningkat.

Selain itu, pembukaan lahan perkebunan, penebangan secara liar dan kebakaran hutan membuat habitat tringgiling menyempit.

Pentingnya menjaga Tringgiling Sunda

Tringgiling berperan penting dalam mengontrol populasi serangga untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Tidak

adanya keberadaan makhluk ini menjadi ancaman bagi ekosistem hutan akibat ledakan populasi rayap dan semut. Kualitas tanah dan kesuburan menurun, banyak pohon yang akhirnya lapuk termakan rayap, rusaknya siklus udara bersih dan juga hilangnya rumah bagi satwa lainnya.

Jadi, dengan dukungan dari pemerintah untuk perlindungan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mempertahankan keberlangsungan hidup Tringgiling Sunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *