
Sebelum mengenal dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim atau fenomena alam El Nino, Tentu kita harus tahu apa itu? Berbeda dengan El Nina (mungkin dari kalian pernah mendengar), El Nino merupakan fenomena alam yaitu memanasnya suhu permukaan air laut lebih dari biasanya di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Fenomena ini tidaklah baru, Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG), pihaknya selalu menerangkan bahwa El Nino memiliki siklus alami yang terjadi 2 hingga 7 tahun sekali dengan 9 hingga 12 bulan berlangsung lamanya. Tetapi, seiring pemanasan global yang semakin besar, membuat El Nino terjadi lebih cepat serta membuatnya semakin kuat dan merusak.
Peristiwa cuaca tersebut dapat memicu cuaca ekstrim seperti kekeringan dan hujan lebat di sebagian wilayah di dunia. Hal ini membuat ketahanan pangan akan semakin menipis. Peristiwa terakhir yang pernah dirasakan yaitu pada tahun 2023 dan 2024.
Apa dampak El Nino bagi Pertanian?
Fenomena El Nino dapat merubah pola curah hujan secara global, curah hujan yang jarang dan musim kemarau akan membuat beberapa wilayah mengalami kekeringan. Fenomena ini pun dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan lebih kering. Akibatnya, Sawah akan kekurangan air irigasi serta produktifitas yang menurun.
Negara Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi padi, jagung dan kedelainya tinggi. Tanaman di atas adalah contoh tanaman konsumsi yang membutuhkan ketersediaan air. Bila kekeringan berlangsung terlalu lama, tidak hanya mempengaruhi produksi saja namun juga gagal panen.
Selain itu, wilayah yang terjangkit panas akan membuat beberapa jenis hama berkembang biak dan akan mengancam tanaman produksi para petani.
Apa dampak yang lebih luas?
El Niño menyebabkan penurunan curah hujan di banyak wilayah tropis sehingga memicu kekeringan, gagal panen, kebakaran hutan, krisis air bersih, serta gangguan kesehatan akibat suhu panas dan asap. Dampaknya juga dirasakan pada sektor perikanan dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada alam.
Untuk menanggulanginya, pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat pengelolaan cadangan air, mencegah pembakaran lahan, menggunakan varietas tanaman tahan kering, serta meningkatkan sistem peringatan dini cuaca. Penghijauan dan perlindungan hutan juga penting untuk menjaga keseimbangan iklim. Kerja sama antarwilayah diperlukan agar dampak sosial dan ekonomi El Niño dapat diminimalkan secara efektif.
